Penerapan Metode Tutor Sebaya dalam upaya mengoptimalkan pemebelajaran mata pelajaran KKPI

            This is a “feed” of frequently changing content on this site.

You can subscribe to this feed to receive updates when this content changes.

Error Processing Feed

There was an error processing this feed. It’s our fault. :-( You can still subscribe to the feed if you know what it is. For reference, the error was:

SMK SWADAYA TEMANGGUNG

MAGAZINE

Konon diera globalisasi dewasini kita harus mampu berpikir secara global, namun sigap bertindak secara lokal (think globally, act locally).

Majalah Guru SMK Swadaya Temanggung “Suara Swadaya”  terbit Edisi I Tahun 2006 merupakan Media Komunikasi dan Pemberdayaan Guru dengan SK KS No.421/021/SMK/2006.

Mengapa DIDAKKKPIA? Nama ini dipilih dengan niat untuk selalu mengingatkan tugas utama guru, yakni mendidik sesuai dengan prinsip-prinsip kependidikan. Demikian pula motto “media Komunikasi dan Pemberdayaan Guru”, ini merupakan iKKPIad untuk meneguhkan eksistensi guru sebagai sebuah profesi yang mumpuni.

Inovasi Edukasi

Peertutoring dan Peerassessment

Penerapan Metode Tutor Sebaya

dan Penilaian oleh Teman Sebaya dalam

upaya mengoptimalkan pembelajaran mata pelajaran

Ketrampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi pada siswa kelas SMK

Makalah disajikan sebagai salah satu tugas mandiri pada Pelatihan KKPI

di SMK Yasti Cisaat – Kab. Sukabumi 2007

Oleh : Drs. Akrom

1. Judul “Penerapan Metode Tutor Sebaya dan Penilaian oleh Teman Sebaya dalam upaya mengoptimalkan pembelajaran mata pelajaran Ketrampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi pada siswa kelas SMK”.

2. Latar Belakang

Teknologi informasi komputer dan komunikasi ini sudah  menjadi bagian dari hidup, kemajuannya luar biasa terutama dalam bidang  komputer baik desainernya maupun softwernya. Hamper setiap bulan para desaner, pabrikan, ahli dalam bidang  teknologi komputer terus menerus mengadakan penelitian dan pengembangan teknologi.

Bangsa Indonesia yang semakin besar tidak luput dari kemajuan teknologi informasi ini, walapun pada umumnya berada pada tataran konsumen/pemakain yang kalah jauh dari negara tetangga yang sudah masuk pada tataran desainer teknologi dan produsen komponen-komponen informasi  teknologi informasi terutama bidang komputer. Sehingga barang elektronik harganya terjangkau oleh masyarakat.

Untuk mengatasi kemajuan teknologi tersebut, sungguh tepat kiranya Kurikulum 2004 mengakomodasi kemajuan teknologi informasi sekarang dalam sebuah mata pelajaran, yaitu Mata Pelajaran Teknologi dan Komunikasi Informasi.

Dalam kurikulum 2004 Mata Pelajaran Teknologi dan Komunikasi Informasi disebutkan bahwa mata pelajaran memiliki karaterisKKPI  sebagai berikut:

  • Keterampilan menggunakan komputer meliputi perangkat keras dan perangkat lunak. Namun demikian mata pelajaran Teknologi dan Komunikasi Informasi tidak sekedar terampil, tetapi lebih memerlukan kemampuan intelektual
  • Materi mata pelajaran Teknologi dan Komunikasi Informasi berupa tema-tema esensial, aktual serta global yang berkembang dalam kemajuan teknologi pada masa kini, sehingga mata pelajaran Teknologi dan Komunikasi Informasi merupakan pelajaran yang mewarnai perkembangan perilaku dalam teknologi.
  • Pembelajaran komputer bersifat individual, artinya guru harus membimbing siswa satu persatu, sangatlah sulit dan memerlukan biaya yang besar.

Untuk mengantisipasi segala hambatan-hambatan di atas, kami mencoba memberikan alternatif untuk mengoptimalkan pembelajaran komputer dengan sarana, waktu, dan biaya yang terbatas dengan memanfaatkan peer tutoring dan peer assessment (tutor sebaya dan penilaan oleh teman sebaya).

3. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan di atas masalah dalam pembelajaran ini adalah bagaimana mengoptimalkan pembelajaran  komputer dengan memanfaatkan  peer tutoring dan peer assessment?

4. Ruang Lingkup

Ruang lingkup pembelajaran ini adalah kelas VII SMK Swadaya Temanggung Kabupaten Sukabumi.

5. Tujuan dan Manfaat

Hasil yang diharapkan dari penelitian adalah digunakannya model pembelajaran dengan metode peer tutoring dan peer assessment, yang bermanfaat bagi siswa dan guru.

  • Guru

Guru akan terbantu baik dalam akademis terutama dalam pencapaian target waktu dan materi pembelajaran, maupun dari sisi fisik yang harus terus berdiri dan membimbing ratusan siswa dalam sehari secara individual.

  • Siswa

Siswa lebih terlayani secara individual sehingga diharapkan kemampuannya terus meningkat.

6. Kajian Teoritis

Sejak kurikulum 2004 dan KTSP  Mata Pelajaran Teknologi dan Komunikasi Informasi (disingkat KKPI) sudah mulai diberlakukan. Hal ini perlu disambut bak, karena dengan mata pelajaran ini diharapkan bangsa Indonesia melek teknologi, informasi dan mampu menguasai dan bahkan menciptakan menciptakan perangkat teknologi yang berguna bagi kehidupan manusia.

Sebagaimana dikemukakn dalam KTSP mata pelajaran ini diperkenalkan, diprakKKPIkan dan dikuasai peserta didik sedini mungkin agar mereka memiliki bekal untuk menyesuaikan dalam kehidupan global yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat. Untuk menghadapi perubahan tersebut diperlukan kemampuan dan kemauan belajar sepanjang hayat dengan cepat dan cerdas. Hasil Ketrampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi banyak membantu manusia untuk dapat belajar secara cepat.

Mata pelajaran Ketrampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) diajarkan sebagai salah mata pelajaran keterampilan dengan alokasi waktu 72 jam pelajaran untuk selama 3 tahun.

Tujuan mata pelajaran Ketrampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi yaitu:

  • Memahami Ketrampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi
  • Mengembangkan keterampilan untuk memanfaatkan Ketrampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi
  • Mengembangkan sikap kritis, kreatif, apreasiatif, dan mandiri dalam penggunaan teknologi informasi
  • Menghargai karya cipta dibidang Ketrampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi

Peer Tutoring atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan istilah tutor sebaya, ada beberapa  ahli ada yang meneliti masalah ini diantaranya, adalah Edward L. Dejnozken dan David E. Kopel dalam American Education Encyclopedia menyebutkan  pengertan tutor sebaya adalah sebagai berikut: Tutor sebaya adalah sebuah prsedur siswa mengajar siswa lainnya. Tipe pertama adalah pengajar dan pembelajar dari usia yang sama. Tipe kedua adalah pengajar yang lebih tua usianya dari pembelajar. Tipe yang lainkadang  dimunculkan pertukaran usia pengajar.

Muntasir dalam bukunya pengajaran terprogram mengemukakan bahwa Tutor  berfungsi sebagai tukang atau pelaksana mengajar, cara mengajarnya telah disiapkan secara khusus da terperinci.

Fungsi lainnya adalah dengan adanya tutor sebaya siswa yang kurang aktif menjadi aktf karena tidak malu lagi untuk bertanya dan mengeluarkanpenapat secara bebas, sebagaimana diungkapkan oleh M. Saleh Muntasir bahwa dengan pergaulan  antara para tutor dengan murid-muridya mereka dapat mewujudkan apa yang terpendam dalam hatinya, dan khayalannya.

Jadi, sistem pengajaran dengan tutor  sebaya akan membantu siswa yang kurang mampu atau kurang cepat menerima pelajaran dari gurunya. Kegiatan tutor sebaya bagi siswa merupakan kegiatan yang kaya akan pengalaman yang sebenarnya merupakan kebutuhan siswa itu sendiri.

Tutor maupun yang ditutori sama-sama diuntungkan, bagi tutor akan mendapat  pengalaman, sedang yang ditutori akan lebih kreatif dalam menerima pelajaran.

Beberapa pendapat di atas, dan pengalaman penulis dilapangan, menyakinkan penulis untuk menerapkan tutor sebaya dalam pembelajaran KKPI. Tampaknya memudahkan siswa untuk mengeluarkan pendapat atau pikiran  dan kesulitan kepada temannya sendiri ketimbang kepada guru, siswa lebih sungkan dan malu.

Hal tersebut dimungkinkan karena diantara siswa telah terbentuk bahasa mereka sendiri, tingkah laku, dan juga  pertanyaan perasaaan yang dapat diterima oleh semua siswa.

Sedangkan peer assessment adalah penilaian kegiatan siswa oleh tutornya, tentu saja dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.

7. Model Tindakan

Model tindakan yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah melaksanakan pembelajaran  dengan memafaatkan tutor sebaya. Siswa yang bertindak sebagai tutor yaitu siswa kelas 9 (Sembilan) yang telah memilki kemampuan mengoperasikan  komputer dengn baik. Tutor tersebut terlibat dalam proses pembelajaran di laboratorium, yaitu membimbing siswa yang ditutorinya sesuai dengan arahan yang telah diberikan oleh guru.

Untuk penilaianya, tutor dilibatkan juga untuk menilai siswa yang ditutorinya  sesuai dengan  ketentuan yang berlaku.

8. Setting

Setting penelitian ini adalah SMK Swadaya Temanggung Kabupaten Sukabumi dan karakterisKKPI dalam penelitian ini siswa kelas VII

9. Faktor yang diteliti

1. Keterampilan siswa dalam mengperasikan  computer;

2. aktivitas siswa dan tutor;

3. Pelaksanaan kegiatan tutor sebaya dan penilaian oleh tutor.

10. Rencana Tindakan

Untuk melaksanakan pembelajaran dengan tutor sebaya, guru hendaknya mempersiapkan bahan ajar dan langkah-langkah mengajar sedemikian ruapa sehingga mudah dipahami oleh tutor.

A. Tahap Perencanaan Tindakan

1. Membuat Program

Program ltak diperlukan sebagai rencana baik guru maupun tutor dalm melaksanakan tugasnya. Program  ini intinya terdapat pada dua program yaitu program rencana pembelajaran dan petunjuk pembelajaran oleh tutor.

2. Menyiapkan Tutor

Agar proses pembelajaran yang dilakukn tutor sebaya dapat terlaksanakan dengan lancer perlu adanya  tutor yang benar-benar mampu untuk mengajar temannya. Oleh karena itu, guru harusmenyeleksi siswa yang akan dijadikan tutor. Cara pertama adalah siswa yang memiliki nilai terbaik dikumpulkan dan diseleksi oleh guru untuk dipilih beberapa orang sebagai tutor. Kedua, guru melatih beberapa orang yang memiliki kemampuan  lebih atau guru mengambil keputusan dan langsung siswa yang telah memiliki kemampuan.

3. Menyiapkan sarana dan prasarana

Sarana dan perasana  juga sangat  pentng dalam proses pembelajaran komputer, sebab tanpa komputer tidak mungkin berjalan. Untuk itu sebelum proses pembelajaran berlangsung dipersiapkan dan dicek seluruh komputer.

B. Tahap Pelaksanaan Tindakan dan Observasi interpretasi

Setelah tahap persiapan selesai, guru bisa melanjutkan ke tahap pelaksanaan degan memberikan program, melakukan pengamatan, dan pengarahan kepada tutor, kegiatan tersebut diantaranya:

v Memberikan program kepada tutor

Agar tutor dapat mengajar sesuai dengan apa yang diharapkan oleh gur, tutor diberikan program pembelajaran berupa petunjuk pengajaran oleh tutor baik secara global maupun perbagian/unit.

v Memberikan petunjuk  petunjuk/pengarahan/pelatihan kepada tutor.

Sebelum pelaksanaan pembelajaran dilakukan tutor, terlebh dahulu tutor dieri petunjuk,pengarahan bahkan pelatihan oleh guru tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan tutor di depan siswa.

v Melaksanakan tindakan berupa proses pembelajaran oleh guru sesuai dengan rencana tindakan  yang  disusun.

v Mengambil pelaksanaan pembelajaran oleh tutor.

Tutor yang telah mulai membantu memberikan materi pembelajaran harus diamati juga pelaksanaannya. Apakah tutr bekerja sesuai dengan petunjuk  yang ada?. Apakah tutor memanfaatkan waktu dan sarana dengan baik? Hal ini perlu pengamatan seksama dari guru, guru berhak memberikan perbaikan  terhadap pelaksanaan pembelajaran.

C. Tahap Analisa dan Refleksi

Guru harus melakukan kegatan evaluasi dan menampung keluhan-keluhan, kesulitan-kesulitan yang meliputi:

  • Evaluasi keiatan tutor;
  • Evaluasi kemampuan siswa, disamping peniliaan yang telah diberikan oleh tutor;
  • Menampung dan menjawab setiap kesulitan siswa da tutor;
  • Memberikan penghargaan kepada tutor.

11. Data dan Cara pengumpulan data

a. Lembar angket siswa tentang interaksi tutor

b. Lembar observasi aktifitas sswa

c. Post tes

12. Kriteria keberhasilan

v Kemampuan siswa dalam mengoperasikan  computer mendapat nilai optimal

v Aktifitas siswa dan tutor berjalan dengan baik

v Pelaksanaan  kegiatan tutor sebaya dan penilaian oleh tutor berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah diterapkan

13. Kesimpulan

Peer tutoring dan peer assessment merupakan solusi termudah dan  solusi dalam menghadapi kendala-kendala dalam pembelajaran komputer terutama disekolah-sekolah yang belum memiliki  sarana dan prasarana memadai, tenaga pengajar  yang kurang, jumlah siswa dikelas yang sangat besar, dan dana yang terbatas.

Pembelajaran dengan memanfaatkan Peer tutoting dan peer assessment ternyata mampu mengoptimalkan  pemelajaran komputer, yang pada akhirnya mampu meningkatkan kemampuan siswa sesuai dengan tuntutan kompetensi sekarang ini.

14. Penutup

Pada akhirnya guru hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kealfaan, namun walau demikian sikap profesional  tetap harus dijunjung tinggi. Tanpa sikap profesional seorang guru, maka dunia  pendidikan kita tidak ada apa-apanya, bias dilakukan oleh siapa saja yang tidak memiliki keahlian seperti fenomena yang terjadi sekarang.

Demikianlah makalah ini disusun dengan segala keterbatasan  tetapi tetap berusaha untuk menunjukkan keprofesionalan seorang guru.

15. Daftar Pustaka

Depdiknas.2004. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta.

Depdiknas. 2004. Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Ketrampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi. Jakarta

Dejnozken, Edward L. 1976. American Edcator Encyclopedi. London: Greenwood Press.

Jaelani, Dudi. 2002. Bina dan Kembalikan Anak Kita ke “Habitat” Semula (Program Life Skill SMKN 1 Cidahu)

Contextual Teaching and Learning (CTL)

VISI, MISI, DAN  TUJUAN

VISI

Tercetaknya lulusan yang professional, mandiri, mampu bersaing serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

MISI

  1. Mempersiapkan tenaga kerja yang berjiwa wirausaha
  2. Menciptakan tenaga kerja professional yang mampu berkompetisi di era global
  3. Menciptakan tamatan yang meiliki etos kerja tinggi
  4. Membentuk tamatan yang memiliki budi pekerti luhur, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta sehat jasmani dan rohani

TUJUAN

1. Sekolah mengembangkan pemetaan standar kompetensi dan indikator untuk seluruh mata

pelajaran.

2. Sekolah memiliki tenaga kependidikan  dan pelatihan tenaga kependidikan

3. Sekolah memiliki akses informasi dan komunikasi

4. Sekolah melaksanakan assessment secara sistematis dan berkesinambungan

5. Sekolah menjalin kerjasama dengan stake holder dalam memenuhi pembiayaan sekolah

6. Sekolah memberdayakan komite sekolah sebagai stak holder pendidikan

PRAKATA

Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Illahi rabbi, shalawat dan salam semoga tercurah kepada baginda nabi besar Muhammad SAW dan keluarganya yang disucikan.

Hadirnya sebuah media yang mengkhususkan dalam bidang pendidikan semoga melahirkan dan menawarkan informasi strategis yang akan menjadi sebagai sumber alternatif bagi kemajuan dan keprofesionalan dunia pendidikan Indonesia.

Salah satu upaya menuju kearah itu bersama kami mencoba mempublikasikan temuan-temuan guru dilapangan sehingga diharapkan  dapat mempengaruhi kebijakan yang lebih luas.

Dengan begitu maka kita akan selangkah lebih maju, sesuai dengan pepatah latin verba volant, scripta manenet. Apa yang kita ucapkan segera menguap sirna, apa yang tertulis akan tetap lestari.

~ oleh smkswadayatmg pada September 27, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: